Senin, 19 Maret 2012

CERPEN



IDOLAKU ….


Kring….kring…kring…
Jam beker milik Lila berdering. Waktu menunjukkan pukul 5 pagi. Ia bergegas merapikan tempat tidurnya dengan rapi. Selanjutnya ia pergi ke kamar mandi untuk mandi dan lain-lain. Ibunya yang  baik hati telah menyiapkan seragam yang dipakainya untuk sekolah di atas meja kamarnya. Saat mandi, ia selalu berkaraoke dengan keras sampai adiknya yang masih bayi terbangun dan menangis karena suaranya yang bising. Ibunya yang mendengar  adiknya menangis langsung memarahi Lila. Lila hanya tersenyum lebar  tanpa dosa saat ibunya menasihati. Hobinya adalah bernyanyi. Ia berangan-angan suatu hari bisa bernyanyi bareng idolanya, yaitu Agnes Monika. Ia beranggapan bahwa suaranya sangat merdu semerdu idolanya. Sampai-sampai kakaknya yang mendengar Lila menyanyi, rasanya ingin muntah 10 ember.
Setelah selesai semua, Lila segera berangkat ke sekolahnya diantar sopir pribadinya. Seperti biasa, saat perjalanan Lila selalu menyanyi sesuka hati. Pak sopirnya dengan tampang lugu dan mau tak mau juga harus mendengarkan nyanyian Lila yang gak jelas itu. saking asiknya bersenandung saat perjalanan, ia tak sadar kalau gerbang sekolah sudah di depan matanya. Lila [un keluar dari mobilnya dan segera menuju ruang kelasnya.

.......
{flashback}
Lila adalah seorang pelajar SMP mewah yang merupakan anak kedua dari 3 bersaudara. Kakak laki-lakinya yang sangat  tampan bernama Loki. Ia seorang mahasiswa di Universitas paling terkenal di Kotanya. Ia bahkan jadi idola di Universitasnya. Tak heran, ia adalah salah satu murid teladan di kampusnya itu karena ia pandai, berbakat dan keren. Adik perempuannya yang masih bayi bernama Lena. Adiknya masih baru berusia 1 tahun. Ia sangat lucu dan menggemaskan. Siapa saja yang melihatnya, pasti ingin mencubit pipinya.
.....

Bel berdering tepat saat ia masuk ke dalam kelasnya. Ia melihat teman-temannya sudah datang semua. Seperti biasa, ia menjalani semua kegiatan di sekolahnya dengan semangat. Lila termasuk siswa yang pandai di kelasnya. Apalagi dalam bidang Seni musik. Tak jarang ia selalu mendapat nilai baik pada pelajaran itu. Pernah juga dia mengikuti lomba menyanyi di sekolahnya, dan ia malah mendapat juara ke-2. Tapi bagi Lila, itu adalah hal yang paling menarik di hidupnya itu. Ia tidakk minder walaupun mendapat juara ke -2. Yang terpenting bagi Lila, ia dapat menghibur sekolahnya yang mewah dengan suara merdunya .

Tett..tettt...tett....
Bel istirahat pun berdering, ia bersama 4 sahabatnya pergi ke kantin dekat ruang kelasnya. Ia dan sahabat-sahabatnya memesan 5 mangkuk bakso lezat khas sekolahnya. Sambil menunggu bakso diantarkan, salah satu sahabatnya berkata bahwa 1 minggu lagi digelar konser Agnes Monika di Kota tempat tinggalnya. Itu berarti Lila berkesempatan bisa bertemu langsung dengan Idolanya. Mendengar berita itu, Lila langsung girang tak karuan seperti orang kurang waras. Keempat sahabatnya saling bertanya-tanya tentang tingkah si Lila.

Pulang dari sekolah, ia langsung pergi ke kamarnya dan memikirkan hal yang harus dipersiapkan saat  akan bertemu dengan Idolanya nanti. Malam hari,  ia menemui orang tuanya yang sedang berada di kamar. Ia meminta izin dari papanya agar bisa bertemu langsung dengan Idolanya. Tapi sayang, papa Lila dengan keputusan bulat tidak akan mengizinkan Lila untuk melihat konser itu dan beralasan bahwa sangat membahayakan jika seorang pelajar perempuan menonton konser yang tidak bermanfaat itu senidiri.
Lila yang menedengar papanya tidak mengizinkan, langsung marah besar dan mengancam kalau ia tidak akan keluar dari kamarnya sampai orangtuanya mengizinkan ia menonton konser itu. tetapi keputusan Lila tersebut tidak membawa pengaruh kepada orangtuanya. Lila mengunci kamarnya rapat-rapat dan menangis sekeras-kerasnya. 

Paginya papa Lita menemui Lita di kamarnya. Papa Lila berkata bahwa papanya akan mengizinkan Lita menonton konser itu. Lita yang mendengar papanya memperbolehkan langsung lompat-lompat kegirangan. Tapi dengan syarat ia harus ditemani kakak tercintanya (Loki). Dengan senang hati ia menerima syarat papanya. Loki (Kakak laki-laki Lila) yang mendengar keputusan papanya langsung menolak dengan tegas. Ia beralasan kalau ia sibuk dengan urusan kuliahnya. Banyak tugas yang harus dikerjakannya. Lila pun memohon kepada Loki sampai rela melakukan semua apa yang diperintahkannya, asalkan Loki mau mengantarkan. Awalnya Loki menolak. Setelah memohon dengan setulus hati sampai Lila menangis tersedu-sedu. Melihat adik tercintanya menangis, dengan berat hati Loki mau menemani Lila menonton konser yang gak jelas itu.
Setelah mereka berdua bersepakat sesuai ketentuan masing-masing sebelumnya, Lila langsung pergi ke kamarnya dengan hati yang berbunga-bunga. Lila tidak sabar ingin melihat langsung performa dari Agnes Monika (Idolanya).

-Seminggu kemudian.-
Pukul 06.30 ia berangkat ke sekolah naik mobil diantar sopir  kesayangannya. Sepanjang perjalanan ia selalu berkhayal bisa berkenalan langsung dengan Agnes Monika. Ia tersenyum-senyum sendiri seperti orang yang kurang waras, sampai sopirnya yang menengok lewat kaca mobil keheranan sendiri. Sesampainya di depan gerbang sekolah, Lila masih tersenyum-senyum sendiri. Pak Sopir yang melihatnya langsung mengingatkan kalau gerbang sekolah sudah di depan matanya. Lila pun turun dari mobil dan segera menuju ke kelasnya. Tak lupa ia terseyum memberikan salam perpisahan kepada sopirnya. Sopirnya pun semakin keheranan, karena tidak biasanya Lila seperti itu.

 Pulang sekolah, ia berencana dengan teman-temannya akan menonton konser bersama. Tapi, teman-temannya tidak bisa ikut, karena mereka  ada urusan masing-masing.  Dengan  berat  hati  ia  harus pergi  dengan kakak tercintanya.
 Jam menunjukkan pukul 18.00. Lila yang sudah siap dan berdandan rapi sejak 2 jam yang lalu sudah menunggu kakaknya di ruang televisi. 2 menit  sekali ia menengok kearah jam.taku-takut ia sudah tidak bisa menonton konser Agnes. Ia yang melihat kakaknya sedang santai di kamar, langsung memarahinya dan ia justru hampir menangis karena konser yang ia tonton tinggal 1 jam lagi, sedangkan kakanya belum bersiap-siap. Dengan berat  hati, kakaknya segera ganti pakaian dan menuju mobil untuk mengantarkan Lila.
20 menit perjalanan yang dibutuhkan. Akhirnya mereka sampai di Gedung tempat konser itu. Saat masuk ke dalam, ternyata sudah banyak penonton yang memadati tribun gedung itu. Hampir saja mereka tidak dapat tempat duduk. Setelah mencari selama 5 menit, akhirnya mereka menemukan tempat yang nyaman untuk menikmati konser itu.

Pukul 19.00 konser dimulai. Sejak konser dimulai sampai selesai, banyak penonton yang teriak histeris karena suara indah yang dinyanyikan Agnes Monika. Begitu juag dengan Lila yang salah satu penggemarnya, ia juga menangis karena baru pertama kalinya ia bisa melihat konser seorang yang diidolakannya. Kakanya yang selalu menemani duduk disampingnya, hanya pasrah saja apa yang ada. Ia harus rela menunggu sampai adiknya mau diajak pulang.

Waktu menunjukkan pukul 21.00, konser yang dilaksanakan belum selesai juga. Loki segera mengajak Lila pulang karena sudah malam. Lila yang tetap menyaksikan, tidak menghiraukan kakaknya. Berkali-kali Loki mengajak Lila pulang, tetapi Lila menolaknya sampai ia bisa berkenalan langsung dengan idolanya itu. akhirnya, dengan cara paksa Loki mengajak Lila pulang walaupun Lila menolaknya, karena waktu teah menunjukkan pukul 22.00 . Sepanjang perjalanan pulang, Lila hanya mengomel tidak jelas kepada kakaknya. Orangtuanya sudah menunggu kedua anaknya beberapa jam yang Lalu. Mereka khawatir kalau terjadi hal yang jelek kepada anaknya. Sampai juga Loki dan Lila dirumah. Lila langsung keluar dari mobil dan segera menuju ke dalam kamarnya. Ia menangis sekaras-kerasnya karena keinginannya untuk berkenalan langsung dengan idolanya gagal. Melihat anaknya baru pulang, Mama Lila mengikutinya menuju kamar. Mamanya yang sudah dari tadi mendengar Lila menangis, langsung masuk kamar Lila. Dan mamanya menasihati Lila, bahwa sebenarnya menonton konser yang seperti itu sangat tidak bermanfaat. Karena kita sudah rugi waktu, biaya, dan apa yang kita inginkan belum tentu bisa tercapai. Dari situlah akhirnya Lila mengetahui, bahwa ia sebenarnya telah merugikan banyak orang dan yang diinginkannya juga tidak tercapai.








_Fin_

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar